RSUD dr Pirngadi Medan, Sumatera Utara, terlihat sepi. Hal tersebut berlangsung sesudah pemberlakuan service BPJS Kesehatan yang menggunakan system rayonisasi.
Pantauan Metrotvnews. com, Senin 28 Agustus 2017, sebagian ruang terlihat kosong. Tidak terlihat pasien yang dirawat. Pengunjung ataupun kerabat pasien juga tidak ada dalam sebagian ruang.
Keadaan itu terlihat di ruangan perawatan III. Antrean dibagian administrasi, pembayaran, ataupun pendaftaran juga tidak berlangsung.
Kassubag Hukum serta Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin, menyebutkan keadaan itu berlangsung mulai sejak BPJS Kesehatan berlaku. Sesaat service BPJS Kesehatan dengan system rayonisasi berlaku mulai 2014.
" Bila dahulu memakai Askes, rumah sakit yang diprioritaskan yaitu punya pemerintah. Bila saat ini kan distribusi pasiennya rata, serta berjenjang, " kata Edison di ruangan kerjanya, Senin 28 Agustus 2017.
Tetapi Edison menyanggah keadaan itu berlangsung karena service jelek. Obat-obatan di RSUD dr Pirngadi tetaplah paten.
Baca juga:
Edison menjelaskan RSUD dr Pirgadi jadi rumah sakit referensi. Umumnya, pasien datang dari beragam daerah, puskesmas, serta klinik di Kota Medan. Sebelumnya ke RSUD, pasien lebih dahulu dikerjakan di klinik serta puskesmas. Apabila puskesmas serta klinik tidak mampu, baru pasien dirujuk ke RSUD.
" Mulai sejak ada BPJS, memanglah ada pengaruhnya dalam jumlah pasien. Mulai sejak BPJS berlaku, jumlah pasien rawat inap kita ada sekitaran 200-an, serta rawat jalan sekitaran 700-an yang masuk sehari-hari, " tegasnya.
Pengamat Kesehatan Destanul Aulia menyebutkan pasien tentu inginkan service yang baik. Apabila tidak senang dengan service, pasien berfikir ulang untuk mendatangi rumah sakit itu.
" Terlebih sangkaan obat obatan yang kosong dan dokternya tidak sering masuk. Ini dapat melemahkan RSUD dr Pirngadi, " ungkap dosen di Fakultas Kesehatan Orang-orang di Universitas Kampus Sumatera Utara (USU).
Destanul juga memohon manajemen RSUD dr Pirngadi melakukan perbaikan service. Seseorang direktur, lanjutnya, mesti berjiwa enterpreneurship. Hingga rumah sakit dapat memperoleh sumber pembiayaan baru serta memberi service yang memuaskan.
" Pastinya ada kekeliruan dari manajemen. Telah semestinya service ditingkatkan, " jelasnya.
Tag: bpjs kesehatan
Pantauan Metrotvnews. com, Senin 28 Agustus 2017, sebagian ruang terlihat kosong. Tidak terlihat pasien yang dirawat. Pengunjung ataupun kerabat pasien juga tidak ada dalam sebagian ruang.
Keadaan itu terlihat di ruangan perawatan III. Antrean dibagian administrasi, pembayaran, ataupun pendaftaran juga tidak berlangsung.
Kassubag Hukum serta Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin, menyebutkan keadaan itu berlangsung mulai sejak BPJS Kesehatan berlaku. Sesaat service BPJS Kesehatan dengan system rayonisasi berlaku mulai 2014.
" Bila dahulu memakai Askes, rumah sakit yang diprioritaskan yaitu punya pemerintah. Bila saat ini kan distribusi pasiennya rata, serta berjenjang, " kata Edison di ruangan kerjanya, Senin 28 Agustus 2017.
Tetapi Edison menyanggah keadaan itu berlangsung karena service jelek. Obat-obatan di RSUD dr Pirngadi tetaplah paten.
Baca juga:
Edison menjelaskan RSUD dr Pirgadi jadi rumah sakit referensi. Umumnya, pasien datang dari beragam daerah, puskesmas, serta klinik di Kota Medan. Sebelumnya ke RSUD, pasien lebih dahulu dikerjakan di klinik serta puskesmas. Apabila puskesmas serta klinik tidak mampu, baru pasien dirujuk ke RSUD.
" Mulai sejak ada BPJS, memanglah ada pengaruhnya dalam jumlah pasien. Mulai sejak BPJS berlaku, jumlah pasien rawat inap kita ada sekitaran 200-an, serta rawat jalan sekitaran 700-an yang masuk sehari-hari, " tegasnya.
Pengamat Kesehatan Destanul Aulia menyebutkan pasien tentu inginkan service yang baik. Apabila tidak senang dengan service, pasien berfikir ulang untuk mendatangi rumah sakit itu.
" Terlebih sangkaan obat obatan yang kosong dan dokternya tidak sering masuk. Ini dapat melemahkan RSUD dr Pirngadi, " ungkap dosen di Fakultas Kesehatan Orang-orang di Universitas Kampus Sumatera Utara (USU).
Destanul juga memohon manajemen RSUD dr Pirngadi melakukan perbaikan service. Seseorang direktur, lanjutnya, mesti berjiwa enterpreneurship. Hingga rumah sakit dapat memperoleh sumber pembiayaan baru serta memberi service yang memuaskan.
" Pastinya ada kekeliruan dari manajemen. Telah semestinya service ditingkatkan, " jelasnya.
Tag: bpjs kesehatan