
BPJS Kesehatan mengadakan aktivitas `BPJS Kesehatan Goes to Campus` yang dikerjakan dengan bertahap di sembilan perguruan tinggi di Indonesia. Aktivitas ini mempunyai tujuan tingkatkan kesadaran generasi muda juga akan perlunya jadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Direktur Peluasan serta Service Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menyebutkan, umur remaja termasuk juga yang paling rawan serta mempunyai resiko besar dipengaruhi lingkungan. Karena itu, beberapa remaja diinginkan jadi peserta JKN-KIS.
Baca juga:
" Kenyataannya, penyakit katastropik seperti stroke, tidak berhasil ginjal, jantung, serta hipertensi bukan sekedar berlangsung pada seorang dewasa. Penyakit ini dapat juga berlangsung pada anak-anak serta remaja, " kata Andayani waktu berkunjung ke Kampus Sumatera Utara (USU) di Medan, Jumat 22 September 2017.Andayani menyebutkan, anak-anak serta remaja dapat terkena penyakit katastropik karna kurang olah raga serta alur makan tidak sehat. Pola hidup tidak sehat, seperti merokok, dapat juga menyebabkan timbulnya penyakit ini.
Keseluruhan cost penyakit katastropik pada rentang saat 2014-2016 menjangkau Rp36, 3 triliun atau 28% dari keseluruhan cost service kesehatan referensi. Posisi cost tertinggi diduduki oleh hipertensi dengan jumlah cost Rp12, 1 triliun, disusul diabetes mellitus sebesar Rp9, 2 triliun, penyakit jantung koroner sebesar Rp7, 9 triliun, serta tidak berhasil ginjal kritis sebesar Rp6, 8 triliun.
" Mari kita pikirkan. Bila satu orang peserta mesti lakukan operasi jantung dengan cost Rp150 juta, jadi biayanya dijamin oleh iuran 5. 882 peserta kelas 3 yang sehat. Karna berbentuk gotong royong tersebut, tiap-tiap peserta harus membayar iuran bulanan pas saat. Bila cuma peserta yang sakit saja yang membayar iuran, dari tempat mana kita dapat membayar cost service kesehatan peserta yang lain yang memerlukan, " terang Andayani.
Andyani mengharapkan, aktivitas `BPJS Kesehatan Goes to Campus` ini bisa jadi media promosi gaya hidup sehat pada generasi muda. Hingga, mereka bisa terlepas dari resiko penyakit katastropik.
Rektor USU Runtung Sitepu begitu mensupport aktivitas yang dikerjakan BPJS Kesehatan. " Mahasiswa harus juga tahu serta mengerti supaya bisa melindungi kesehatannya, " ujarnya.
Delapan perguruan tinggi beda yang dikunjungi BPJS Kesehatan, yakni Kampus Indonesia, Kampus Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Institut Tehnologi Bandung, Kampus Airlangga, Kampus Sriwijaya, Kampus Sumatera Utara, Kampus Diponegoro, dan Kampus Sebelas Maret.
Tag: bpjs kesehatan perusahaan