Sejumlah 10 badan usaha dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) mendaftarkan orang-orang yang ada di ruang konsesinya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sumatera Utara. Badan usaha itu ada di Kota Medan, Binjai, serta Kabupaten Langkat.
Badan usaha yang mendaftarkan orang-orang itu yakni PT Bidadari Medical Nusantara 400 jiwa, CV Cika Indotama 300 jiwa, Keinginan Bunda Group 250 jiwa, Medan Medical Centre 250 jiwa, Yayasan Helvetia 250 jiwa, BP Millenium 200 jiwa, BP Haji 150 jiwa, Adisma Husada 100 jiwa, Citra Bakti 100 jiwa serta Klinik Kurnia 100 jiwa.
" Kita mengapresiasi yang sudah dikerjakan badan usaha yang membina orang-orang untuk memperoleh akses jaminan service kesehatan. Diharapkannya, hal sesuai sama itu jiga dibarengi oleh badan usaha yang lain, " kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr Ari Dwi Aryani MKM selesai penandatanganan kesepakatan hubungan kerja dengan sepuluh badan usaha itu, Selasa 29 Agustus 2017 di Medan.
Baca juga:
Dia mengatakan program JKN KIS yaitu program gotong royong. Bila disinergikan dengan program CSR jadi JKN KIS yaitu fasilitas yang pas karna penambahan kesehatan yaitu satu diantara program CSR.
" Untuk keberlanjutannya ke depan, kita juga akan lakukan sosialisasi ke orang-orang sebagai peserta perlunya program jaminan kesehatan, " ujarnya.
Sesaat Deputi Direksi BPJS Kesehatan Lokasi Sumut serta Aceh, dr Budi Mohammad Arief MM, AAAK menyebutkan program CSR itu untuk setahun. Diinginkan selalu berjalan tiap-tiap tahunnya. Peserta yang didaftarkan ini masuk kedalam Pekerja Bukanlah Penerima Gaji (PBPU) atau pekerja informal.
" Kita mengharapkan program itu bisa berkesinabungan. Orang-orang juga sadar perlunya program jaminan kesehatan serta mampu membayarnya. Sekarang ini peserta PBPU untuk Sumut serta Aceh 58 % serta Peserta Penerima Gaji 39 %. Berarti masih tetap ada 42 % orang-orang yang menunggak iuran, " jelasnya.
Tag: bpjs offline
Badan usaha yang mendaftarkan orang-orang itu yakni PT Bidadari Medical Nusantara 400 jiwa, CV Cika Indotama 300 jiwa, Keinginan Bunda Group 250 jiwa, Medan Medical Centre 250 jiwa, Yayasan Helvetia 250 jiwa, BP Millenium 200 jiwa, BP Haji 150 jiwa, Adisma Husada 100 jiwa, Citra Bakti 100 jiwa serta Klinik Kurnia 100 jiwa.
" Kita mengapresiasi yang sudah dikerjakan badan usaha yang membina orang-orang untuk memperoleh akses jaminan service kesehatan. Diharapkannya, hal sesuai sama itu jiga dibarengi oleh badan usaha yang lain, " kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr Ari Dwi Aryani MKM selesai penandatanganan kesepakatan hubungan kerja dengan sepuluh badan usaha itu, Selasa 29 Agustus 2017 di Medan.
Baca juga:
Dia mengatakan program JKN KIS yaitu program gotong royong. Bila disinergikan dengan program CSR jadi JKN KIS yaitu fasilitas yang pas karna penambahan kesehatan yaitu satu diantara program CSR.
" Untuk keberlanjutannya ke depan, kita juga akan lakukan sosialisasi ke orang-orang sebagai peserta perlunya program jaminan kesehatan, " ujarnya.
Sesaat Deputi Direksi BPJS Kesehatan Lokasi Sumut serta Aceh, dr Budi Mohammad Arief MM, AAAK menyebutkan program CSR itu untuk setahun. Diinginkan selalu berjalan tiap-tiap tahunnya. Peserta yang didaftarkan ini masuk kedalam Pekerja Bukanlah Penerima Gaji (PBPU) atau pekerja informal.
" Kita mengharapkan program itu bisa berkesinabungan. Orang-orang juga sadar perlunya program jaminan kesehatan serta mampu membayarnya. Sekarang ini peserta PBPU untuk Sumut serta Aceh 58 % serta Peserta Penerima Gaji 39 %. Berarti masih tetap ada 42 % orang-orang yang menunggak iuran, " jelasnya.
Tag: bpjs offline